Penurunan Saham Kesehatan Melemahkan Wall Street

Awal pekan ini bisa jadi hari-hari yang berat bagi Wall Street. Bahkan selama dua hari berturut-turut, masing-masing Senin (29/1) dan Selasa (30/1) waktu setempat. Indeks Dow Jones mencatatkan penurunan dua hari terbesar sejak September 2016. Pelemahan terjadi akibat penurunan kinerja saham di sektor perusahaan kesehatan serta kenaikan imbal hasil obligasi.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 362,59 poin atau 1,37 persen menjadi 26.076,89. S&P 500 kehilangan 31,1 poin atau 1,09 persen menjadi 2.822,43. Sedangkan Nasdaq Composite turun 64,02 poin atau 0,86 persen menjadi 7.402,48.

Dow Jones mengalami penurunan persentase harian terbesar sejak Mei 2017. Penurunan 1,37 persen pada perdagangan kemarin merupakan penurunan satu hari terbesar, yang kedua sejak pemilihan Presiden AS yang dimenangi Donald Trump.

Hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi setelah permulaan pertemuan dua hari Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed) yang akan menjelaskan mengenai kenaikan prospek ekonomi dan tingkat suku bunga acuan.

“Investor mencari fakta bahwa suku bunga akan naik,” jelas analis Schroders New York, Jonathan Mackay. Maka pasar saham pun juga mengejar sentimen tersebut,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala strategi investasi di SlateStone Wealth mengungkapkan bahwa penaikan suku bunga mampu memicu kekhawatiran investor. “Investor sedikit khawatir dengan inflasi yang membuat beberapa orang percaya bahwa Fed mungkin lebih agresif dalam hal menaikkan suku bunga,” ujarnya.

Aksi jual tersebut membuat pedagang di pasar option resah karena shock terhadap ekuitas dan Indeks Volatilitas Cboe. VIX, acuan yang paling banyak diikuti dari perkiraan kenaikan pasar saham jangka pendek, ditutup naik 0,95 poin pada 14,79, penutupan tertinggi sejak 17 Agustus.

Penurunan Saham Kesehatan Melemahkan Wall Street

Sementara itu, saham kesehatan menyeret indeks utama ke level yang lebih rendah seiring maraknya kabar mengenai Amazon.com Inc (AMZN.O), Berkshire Hathaway Inc. (BRKa.N) dan JPMorgan Chase & Co (JPM.N) berencana membentuk perusahaan layanan kesehatan untuk membantu mengendalikan biaya karyawan perusahaan mereka.

Selain dampak terhadap penurunan indeks, saham sektor kesehatan tercatat sebagai sektor berkinerja terlemah dalam indeks S&P 500 dibanding 11 sektor utama lainnya. Sektor ini tercatat turun 2,13 persen.

Misalnya, saham emiten kesehatan MetLife Inc. (MET.N) yang turun 8,6 persen sekaligus menjadi penurunan persentase terbesar harian di S&P 500 setelah berita Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS menyelidiki kegagalan perusahaan asuransi untuk membayar pensiun beberapa pekerja.

Kemudian saham perusahaan UnitedHealth Group Inc. (UNH.N) tergilincir 4,3 persen sekaligus menjadi penghambat terbesar bagi laju indeks Dow Jones kemarin. Pfizer Inc. (PFE.N) juga mengalami penurunan 3,1 persen meskipun catatan pendapatannya lebih baik dari perkiraan dan panduan perusahaan di 2018.

Beberapa saham perusahaan di sektor manufaktur dan teknologi juga mencatat penurunan pada perdagangan kemarin. Saham Harley-Davidson Inc. (HOG.N) ditutup turun 8,0 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menutup pabrik Kansas City seiring penurunan pengiriman.

Apple Inc. (AAPL.O) juga melemah 0,6 persen untuk hari kedua, seiring kabar yang menyebut Departemen Kehakiman AS dan Komisi Saham dan Sekuritas saat ini tengah menyelidiki perusahaan sehingga memperlambat kinerja untuk moel lama iPhone.

S&P 500 membukukan 17 level tertinggi dalam 52 minggu dan empat posisi terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 41 level tertinggi baru dan 43 posisi terendah baru.

Sedangkan dari sisi volume, perdagangan di bursa AS hingga Selasa waktu setempat tercatat sebanyak 8,1 miliar saham, meningkat dibandingkan dengan rata-rata 7,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.