Menggunakan analisa fundamental untuk trading Forex bisa sangat berbahaya bila tidak dilakukan dengan benar. Karena itu, kita harus  fokus pada situasi yang telah dan akan terjadi pada awal 2018.

Beberapa indikator yang wajar digunakan untuk menilai harga suatu mata uang adalah:

Suku Bunga Diferensial: Mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung lebih diminati. Ini artinya, uang spekulatif harus mengalir dari mata uang dengan tingkat bunga lebih rendah ke mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Dari selisih inilah kita mendapatkan keuntungan dari membeli mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dengan menggunakan mata uang dengan tarif lebih rendah.

Kabar baiknya adalah bahwa strategi ini telah terbukti menghasilkan sedikit keunggulan positif. Kabar buruknya, margin tepinya kecil. Ada kecenderungan tren harga jangka panjang yang kuat melawan suku bunga LIBOR akhir-akhir ini. Bagi yang belum terlalu familiar apa itu LIBOR, LIBOR atau London Interbank Offered Rate adalah kurs referensi harian dari suku bunga yang ditawarkan dalam pemberian pinjaman tanpa jaminan oleh suatu bank ke bank lain di pasar uang London. Atau bahasa singkatnya, suku bunga yang ditawarkan oleh bank-bank besar di London saat memberi pinjaman kepada bank-bank lain.

Pertumbuhan Ekonomi: beli mata uang dengan angka PDB yang kuat dan / atau meningkat, jual mata uang dengan angka PDB lemah dan / atau turun. Ini terdengar logis, namun tidak ada bukti bahwa ini adalah  strategi yang bisa terus diandalkan dalam investasi jangka panjang.

Prediksi Bank Central Utama pada 2018

Bank Sentral adalah Kunci

Srategi analisa fundamental yang baik adalah yang selaras dengan posisi bank sentral mata uang. Setiap bank sentral dapat mengedarkan dan mengurangi jumlah uang yang beredar sebanyak yang mereka inginkan. Mereka juga punya wewenang menetapkan tingkat bunga. Ini adalah faktor penggerak tinggi rendahya nilai tukar.

Sayangnya, bank sentral kerap tidak memberikan sinyal jelas kapan mereka akan bersikap santai dan kapan akan melakukan pengetatan.

Meski begitu, Anda tetap bisa mengetahui sesuatu yang berguna untuk investasi Anda dengan membaca rilis yang umumnya mereka terbitkan tiap bulan. Kemudian mencari beberapa opini pakar untuk mengembangkan opini Anda sendiri.

Pendekatan lain yang kami sarankan adalah mencari semacam sinyal khusus dalam rilis mereka. Contoh, Bank of Canada yang menyebutkan bahwa mereka melihat, kecil kemungkinan ada kenaikan suku bunga pada Januari 2018. Ini mengejutkan pasar dan mengakibatkan nilai Dolar Kanada turun.

Prediksi Bank Central Utama di 2018

Analisa Bank Sentral pada 2018

Titik awal yang baik untuk program analisis fundamental Forex yang produktif adalah membuat daftar bank sentral utama dan ringkasan kebijakan mereka, sesuai urutan kepentingan. Lalu periksa apakah ada kecenderungan perbedaan yang teridentifikasi antara bank sentral. Ini bukan ilmu pasti, dan penting untuk disadari bahwa ada faktor fundamental utama lainnya yang bisa ikut bermain. Contoh yang bagus adalah keluarnya  Inggris dari Uni Eropa. Karena ekonomi Inggris sangat bergantung pada syarat-syarat perdagangannya dengan Uni Eropa, syarat-syarat perdagangan itu akan mempengaruhi Pound

Jadi, inilah analisa kami atas posisi mata uang dari bank sentral utama diurutkan menurut urutan kepentingan pasar Forex untuk  tahun 2018.

  • Federal Reserve (dolar A.S.) – mengetatkan kebijakan moneter, concern lebih diarahkan pada kurangnya inflasi.  Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, USD akan cenderung naik untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga di masa depan.
  • European Central Bank (Euro) – akan ada pengetatan kecil yang dilakukan dengan sangat hati-hati dalam bentuk unwinding neraca, namun suku bunga tetap negatif dan inflasi hampir tidak ada. Masih sulit membayangkan kenaikan suku bunga.
  • Bank of Japan (Yen) – ada beberapa pertumbuhan ekonomi, namun terlihat bahwa BOJ menggunakan autopilot karena tidak ada pengetatan atau kenaikan suku bunga sepanjang keseluruhan tahun 2018. Inflasi tetap sangat lemah.
  • Bank of England (poundsterling Inggris) – hanya ada sedikit pertumbuhan ekonomi, namun BoE tampaknya sedang melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dengan menaikkan suku bunga, karena tingkat inflasi telah naik ke tingkat 3.1% tahunan. Angka yang relatif tinggi. Tanpa inflasi, mungkin tidak akan ada kenaikan suku bunga yang terjadi dengan segera.
  • Swiss National Bank (Swiss franc) – ini adalah kasus khusus karena hampir semua mata uang nasional utama sangat lemah namun SNB tetap mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar dengan tingkat bunga negatif -0,75% untuk menghentikan Franc Swiss dari apresiasi. Kebijakan tersebut telah berhasil menstabilkan Franc, dan mata uang ini adalah taruhan yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kuat untuk kembali ke mean dan tetap stabil. Pertumbuhan dan inflasi sangat lemah, sehingga SNB bertekad menghentikan mata uangnya dari apresiasi.
  • Bank of Canada (dolar Kanada) – PDB dan inflasi relatif sehat, dengan tingkat bunga juga pada tingkat yang wajar sebesar 1,0%. Namun ada kekhawatiran terjadi perlambatan pertumbuhan yang akan mengakibatkan pengetatan moneter. Ini adalah salah satu yang harus kita perhatikan dengan hati-hati. Tapi kita mungkin juga akan melihat dimulainya pelemahan jangka panjang yang didorong oleh faktor fundamental pada dolar Kanada.

Analisis fundamental, seperti analisis teknis, memerlukan tinjauan situasi yang konstan, yang bisa berubah dari bulan ke bulan, jadi gambaran ini bukan jaminan 100% akan berlangsung sepanjang 2018 namun semoga dapat membantu rencana investasi Anda.