Ramalan Kepunahan Uang Tunai Mulai Terlihat Nyata

Peran uang tunai sebagai alat pembayaran perlahan namun pasti sudah mulai terkikis. Sistem pembelanjaan daring, semakin marak digunakan. Transaksi dengan e-card pun sudah mewarnai berbagai sistem pembayaran di masyarakat. Mungkinkah ramalan akan lenyapnya uang tunai akan terbukti? Ya bisa jadi walau mungkin tidak mudah, yang pasti saat ini uang tunai sudah kurang berperan apalagi di negara-negara maju.

Bukan tanpa alasan tentunya jika uang non tunai lebih diminati saat ini. Selain praktis, uang non tunai juga memungkinkan kita untuk belanja dengan jumlah angka terkecil. Jadi bisa lebih menguntungkan.

 

Praktis Digunakan

Bank Dunia mengatakan bahwa, penggunaan uang digital memungkinkan orang membeli, membayar dan mentransfer uang dari ponsel berfitur sederhana sekalipun. Layanan ini memiliki dampak yang lebih besar pada dunia berkembang, yaitu mendorong lebih banyak tabungan dan kewirausahaan.

Untuk semua alasan itu, transaksi non-cash naik dengan laju 11 persen per tahun, dibantu oleh pembayaran elektronik dan seluler, menurut laporan dari Capgemini dan BNP Paribas.

Namun, ada banyak alasan mengapa uang tunai tetap sangat sulit untuk ditaklukkan. Ini akan sangat terasa pada saat misalnya, baterai telepon Anda habis, mati listrik, atau terjadi bencana alam. Anda akan sulit untuk bertransaksi dengan uang non tunai.

“Selama 20 tahun terakhir orang telah memprediksi kematian uang tunai, tapi saya pikir itu sudah berlebihan,” kata Bill Ready, Chief Operating Officer PayPal, yang membantu meluncurkan lima startup teknologi keuangan.

“Kematian uang tunai kemungkinan akan terjadi sangat lambat.” lanjutnya.

Ramalan Kepunahan Uang Tunai Mulai Terlihat Nyata

Pendorong Hilangnya Uang Tunai

Biaya untuk mencetak uang tunai itu lumayan mahal, mungkin ini merupakan salah satu alasan mengapa negara-negara seperti Swedia, Norwegia dan Nigeria secara aktif menyuarakan untuk menghapus uang tunai dari peredaran.

Penggunaan uang non tunai  juga bermanfaat untuk mengurangi penipuan, memudahkan dalam perhitungan sebuah anggaran. dan mampu membayar barang dengan cepat dari mana saja di seluruh dunia dengan bantuan internet.

Sebagaimana yang dilakukan raksasa teknologi Cina, Alibaba Group dan Tencent Holdings Limited yang telah meyakinkan orang-orang untuk menggunakan pembayaran mobile dalam jumlah triliunan dolar setahun melalui usaha daringnya.

 

Uang Non Tunai di Beberapa Negara

Sebuah studi dari situs trading Bonus Forex pada 2017 mencatat bahwa, Kanada merupakan negara yang paling banyak melakukan transaksi non tunai. Sebab di Kanada mayoritas penduduk menggunakan kartu kredit, hanya satu dua saja yang tidak memilikinya. Swedia, menyusul di urutan nomor 2, yaitu hanya 20 persen transaksi jual-beli yang menggunakan uang tunai di sana, menurut bank Swedia Riksbank.

Di Amerika Serikat pembayaran secara  mobile tumbuh jauh lebih lambat. Kebanyakan orang Amerika, terutama generasi yang lebih tua, tidak melihat sebagai kebutuhan untuk beralih dari uang tunai ke kartu. Itulah mengapa pembayaran secara mobile saat ini hanya mencapai 1 persen dari transaksi di dalam toko di dalam negeri, menurut 451 Research.

Jadi apakah uang tunai akan lenyap? Semua bergantung kepada kemampuan pemerintah dan perbankan dalam meyakinkan masyarakat bahwa transaksi non tunai aman digunakan dan bisa dilakukan oleh seluruh golongan.