Reksa Dana demi Memajukan Peran Perempuan

Ribuan perempuan di Amerika Serikat (AS) dan—barangkali–ribuan lainnya di sejumlah negara lain mengikuti Women’s March pada 20 Januari silam. Melalui protes tahunan Women’s March, perempuan dewasa sedunia berharap keberadaan mereka kian diakui dalam pekerjaan.

Women’s March kini mulai berbuah. Hingga November 2017, sebanyak 22 perusahaan strategi investasi bergabung dalam gerakan “gender lens investing.” Sebanyak 18 di antaranya memfokuskan ajakan investasi serupa terhadap para pemodal AS, demikian laporan penelitian firma pengelolaan keuangan Veris Wealth Partners dan korporasi konsultasi finansial Catalyst At Large. Sejak saat itu, 12 korporasi strategi investasi lainnya memilih untuk bermitra melalui “gender lens investing.”

“Gender lens investing” bukanlah gerakan baru dalam pasar modal. Strategi ini sebetulnya mulai gencar dilakukan pada 1993. Bertahun-tahun sesudah kemunculannya, “gender lens investing” hanya mampu mengajak sedikit sekali perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian Veris, jumlah perusahaan yang tergabung dalam “gender lens investing” baru bertumbuh dalam lima tahun belakangan.

Pertumbuhan menyusul diskusi skala AS tentang kebutuhan akan kesetaraan di tempat kerja, demikian pernyataan presiden sekaligus CEO Pax World, Joe Keefe seperti disitir dari The New York Times. “Kita harus memahami kepemimpinan tanpa memandang gender sebagai jawaban utama atas seruan ini.”

Nilai aset di 22 perusahaan yang pertama-tama bergabung dalam gerakan “gender lens investing” tercatat naik sebesar 41 persen menjadi US$910 juta dalam 12 bulan yang berakhir 30 Juni 2017. Reksa dana Pax, yang dinamai Pax Ellevate Global Women’s Index Fund, terbentuk pada 2007.

Tujuh tahun berikutnya, Pax bermitra dengan mantan eksekutif Wall Street, Sallie Krawcheck, guna menerbitkan ulang sistem pendanaan itu sebagai strategi indeks khusus. Disebut khusus, lantaran reksa dana Pax berfokus menyasar perusahaan yang memiliki perempuan pada posisi dewan serta kepemimpinan teratas.

Reksa Dana demi Memajukan Peran Perempuan

Hingga hari ini, reksa dana Pax melibatkan sekitar 400 perusahaan. Korporasi pemegang saham utamanya—terhitung sampai 31 Desember 2017—termasuk Microsoft Corp., Texas Instruments Inc. Serta KeyCorp. Nyaris semua—99 persen–perusahaan yang tergabung dalam reksa dana Pax mempunyai dua atau lebih perempuan dalam dewan.

“Melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan itu sebagai pemegang saham, Anda dapat membuat suatu perubahan,” papar Keefe.

State Street Global Advisors, penggagas lain reksa dana yang berfokus pada peran perempuan, turut menyepakati pernyataan Keefe. “Tak menutup kemungkinan kami akan menentang resolusi perusahaan yang tak memiliki perempuan dalam keanggotaan dewan,” kata Jenn Bender, direktur pelaksana sekaligus direktur senior penelitian di State Street Global Advisors. Perusahaan Bender berfokus pada perusahaan yang mencatatkan persentase tinggi manajer perempuan dalam sektor respektif.

“Memiliki lebih banyak perbedaan dan pandangan … merupakan hal yang baik bagi perusahaan,” paparnya kembali. “Orang-orang yang bekerja di perusahaan semcam itu akan lebih gesit membayangkan dan mengusahan masa depan ketimbang mereka yang bekerja di korporasi lainnya.”

Anda ingin berinvestasi melalui strategi serupa “gender lens investing”? Jika ya, mohon ingat hal-hal berikut sebelum memutuskan:

  1. Setiap skema pendanaan memiliki persyaratan investasi minimal yang berbeda. Pax, misalnya, mensyaratkan modal minimal sebesar US$ 1.000 untuk berinvestasi dalam kelas-kelas saham individualnya. Parity Portfolio kepunyaan morgan Stanley mensyaratkan modal minimal sebesar US$ 250.000. Jumlahnya bisa lebih rendah, tergantung status perusahaan Anda, apakah klien mereka atau bukan.
  2. Pastikan tipe pendanaan berikut alokasinya sudah sesuai dengan tujuan-tujuan investasi Anda. Untuk mendapat kepastian, Anda dapat lebih dulu berkonsultasi dengan penasihat keuangan.