Pergerakan rupiah pada hari ini Selasa (26/6), berdasarkan riset Binaartha Parama Sekuritas diprediksi akan melemah seiring respons negatif atas penguatan defisit neraca perdagangan yang mencapai US$ 1,52 miliar. Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran support Rp 14.158 dan resistance Rp 14.146.

Di sisi lain, meski laju euro terlihat menguat dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS), tetap tidak cukup kuat mengangkat rupiah karena sentimen neraca perdagangan. Bahkan, relaksasi Loan To Value (LTV), yang kemarin cukup membuat rupiah semringah, belum sanggup mengangkat kembali valuasinya.

Pasar berharap pelemahan rupiah hanya bersifat sementara sebagai tanggapan atas defisit neraca perdagangan. Di sisi lain, masih ada sejumlah sentimen positif yang diharapkan dapat menahan kelanjutan pelemahan. Pergerakan euro yang terapresiasi di atas dolar AS diharapkan juga masih bertahan untuk membantu rupiah bertahan di zona hijau.

Sementara itu pada Senin (25/6), nilai tukar rupiah ditutup di zona merah pascarilis neraca perdagangan Mei yang mencatatkan defisit. Rupiah ditutup melemah 73 poin atau 0,52 persen di Rp 14.159 per dolar AS, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,13 persen di posisi Rp 14.104 per dolar AS.

Pada perdagangan Jumat (22/6), mata uang Garuda mampu rebound dan ditutup menguat 0,11 persen atau 16 poin di posisi Rp 14.086 per dolar AS.

Badan Pusat Statistik mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,52 miliar pada Mei 2018. Dalam periode yang sama, realisasi ekspor mencapai US$ 16,12 miliar. Namun, impor tercatat lebih tinggi yakni menyentuh US$ 17,64 miliar.

Berdasarkan tahun kalender, sepanjang Januari-Mei 2018, neraca perdagangan juga mengalami defisit sebesar US$ 2,83 miliar. Ini terjadi karena defisit migas yang mencapai US$ 5 miliar terutama hasil minyak dan minyak mentah. Di sisi lain, surplus nonmigas hanya US$ 2,19 miliar.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang di Asia melemah kemarin sore, dipimpin won Korea Selatan yang tedepresiasi 0,84 persen dan yuan Cina melemah 0,65 persen. Kurs yen Jepang menguat sebesar 0,45 persen.