Salah satu penyebab kekalahan banyak trader adalah, mereka tidak memiliki sistem trading yang ditetapkan sebelumnya. Tak jarang mereka melakukan trading hanya berdasarkan emosi, atau pikirannya saja.

Sebagai trader, kita perlu memahami sistem trading yang memiliki aturan dan tujuan. Ini mutlak dan penting dibuat sebelum melakukan trading. Sebaiknya, sistem harus terlebih dahulu diuji.

Supaya lebih aman, kita dapat menggunakan akun virtual demi  memastikan kelayakan sistem tersebut. Setelah sistem ini terbukti bisa diandalkan, baru dipakai dalam trading riil akun.

Sistem bukan sekadar cara melihat rata-rata pergerakan pasar atau mencermati berita tiap hari. ”Sebuah sistem harus memiliki komponen atau aturan tertentu untuk melakukan trading, dan dapat memprediksi kejadian yang mungkin akan terjadi. Setidaknya mencakup strategi saat akan memasuki trading,” kata pakar trading Wahyu U.K. Notodiputro yang biasa dipanggil U.K. (baca: Yuuke).

Tentu saja, paparnya kembali, implementasi sistem harus ketika pasar dalam kondisi yang tepat, terukur 100 persen, atau bisa sedikit subjektif pada perdagangan. “Sebelumnya harus ditentukan. Jika tidak, Anda akan mengambil keputusan berdasarkan emosi.”

Biasanya trader memulai trading pada beberapa kondisi yang berbeda. Misalnya Anda memilih buy jika harga turun dalam jumlah tertentu secara berturut-turut. Atau bisa juga dengan bantuan indikator moving averages, bollinger band, atau stochastics. Jika ingin memulai trading atas dasar rilis data ekonomi tertentu, dapat lebih dulu mencermati berita dan peristiwa geopolitik.

Keluar dari Trading

Sama halnya saat mulai masuk trading, saat keluar pun harus diperhitungkan. Biasanya ada dua alasan untuk keluar dari trading. Yaitu pada saat kalah, karena Anda perlu mengurangi kerugian. Jika menang, Anda perlu mengambil keuntungan.

Trader biasanya mempunyai taktik pada saat keluar dari trading. Pertama adalah take profit, yaitu keluar setelah menghasilkan uang pada persentase tertentu untuk mengunci keuntungan. Kedua, stop loss untuk memotong kerugian. Stop loss diilakukan saat prediksi melenceng. Dengan begitu, Anda dapat mengunci setidaknya beberapa keuntungan yang sudah didapat sebelumnya.

Untuk trader pemula, time stop merupakan taktik yang cocok. Melalui pendekatan ini, Anda cukup menentukan jumlah waktu yang direncanakan untuk mengakhiri trading. Misalnya, Anda bisa merencanakan trading selama satu hari atau sepekan. Pilihan ini cukup baik sebab memiliki tanggal kedaluwarsa. Dan Anda akan berhenti trading berdasarkan waktu tersebut, terlepas dari menang atau kalah. Hal ini bisa dipakai juga untuk melatih kedisiplinan dalam melakukan trading.

Taktik lainnya adalah conditional stop. Melalui strategi ini, Anda akan keluar dari trading berdasarkan kondisi teknis atau fundamental tertentu pada pasar. Misalnya jika indikator memberi tahu untuk masuk atau keluar trading. Anda bisa pula masuk trading, menahan sampai rilis data ekonomi tertentu terbit, baru memutuskan  keluar.

Yang ketiga adalah stop loss base underlying. Taktik ini bisa Anda pilih saat in-the-money. Untuk mengurangi kerugian, segeralah memilih out-of-the-money. Hal ini dilakukan pada saat instrumen underlying bergerak berlawanan dengan prediksi Anda.

Dengan memiliki sistem sebelum memutuskan masuk trading, dan mengetahui cara keluar dalam trading, maka petualangan trading Anda akan semakin mengasyikkan. Selain itu emosi pun akan lebih bisa terkontrol. Tidak ada lagi kata ‘patah hati’ karena loss, atau pun terlalu percaya diri saat profit, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan loss juga. Semua dapat terkendali, semua dapat terukur dengan baik. Jadi tidak ada lagi alasan takut trading. Segeralah klik salah satu banner binary pada landing page. Ikuti prosedur sign up forum hingga tuntas.

Trading? Siapa takut?!