Wall Street mencatat penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (18/1) waktu setempat atau Sabtu (20/1) WIB. Penguatan turut dipicu kenaikan sektor saham konsumsi, kendati aktivitas hari itu dibayangi isu penghentian sementara pemerintah AS.

Dikutip dari Reuters, indeks saham Dow Jones naik 53,71 poin atau 0,21 persen ke posisi 26.071,52. Indeks saham S&P 500 mencatatkan penguatan 12,28 poin atau 0,44 persen ke posisi 2.810,31. Sedangkan indeks saham Nasdaq bertambah 40,33 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.336,38.

Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq sempat mencatat rekor tertinggi sedangkan pelemahan Dow Jones didorong saham IBM.

Saham Philip Morris International Inc. (PM.N), Nike Inc. (NKE.N), dan Home Depot Inc. (HD.N) naik 1,5% hingga 4,8%. Kenaikan turut didorong ekspektasi optimistis analis yang memperkirakan peningkatan perseroan menyusul penurunan pajak.

Kondisi sebaliknya justru dialami Business Mechines Corp (IBM.N) dan American Express (AXP.N), yang masing- masing sahamnya tercatat melemah 4% serta 1,8% hingga akhirnya menahan laju indeks saham Dow Jones.

Perkiraan laba bersih mengecewakan sepanjang tahun menjadi sentimen negatif bagi IBM hingga sahamnya tercatat turun 4 %, atau mencapai kerugian terbesar sejak Juli. Sementara penurunan saham American Express sebesar 1,8% disebabkan kerugian kuartalan yang dialami perusahaan serta keputusan untuk menunda pembelian kembali saham perusahaan untuk enam bulan ke depan.

“Kami memprediksi kinerja pada 2018 akan memperkuat fundamental yang dimiliki pasar saham,” ujar Bill Northey, Wakil Presiden Direktur US Bank Wealth Management, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (20/1).

Sebanyak 9 dari 11 sektor saham mencatatkan penguatan lebih tinggi. Indeks sektor saham barang konsumsi membukukan penguatan tertinggi 0,9%.

Sementara itu, senat AS juga berpacu mencegah penghentian sementara operasional pemerintahan AS menjelang batas waktu tanpa kesepakatan. Meski Parlemen AS memperpanjang pendanaan hingga 16 Februari, Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran pun hampir runtuh dalam senat.

Pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer sebelumnya juga dikabarkan telah bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih untuk mengatasi kebuntuan tersebut.

“Pasar terlihat gugup sebagai dampak dari potensi penutupan aktivitas operasional pemerintah,” ujar Kevin Miller, Chief Executive E-Valuator Funds di Bloomington, Minnesota seperti yang dikutip dari Reuters, Sabtu (20/1/2018).

“Untuk perpektif jangka panjang, pendataan perusahaan masih cukup kuat dan akan ikut terlibat dalam manfaat reformasi pajak,” lanjutnya.

Sementara itu, harga minyak turun lebih dari satu persen, memecahkan rekor kenaikan sepanjang empat minggu berturut-turut, terdorong kenaikan kembali produksi AS yang sebanding dengan penurunan persediaan minyak mentah.

Volume perdagangan saham di Wall Street tercatat 6,82 miliar unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata 6,32 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.