Satu Dekade Selepas Krisis, AS Longgarkan Aturan Perbankan

Memperingati 10 tahun krisis keuangan yang terjadi pada 2008 silam, pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai merevisi aturan pengawasan sektor perbankan. Revisi Undang- Undang (RUU) ini sudah disetujui oleh Partai Republik dan 11 orang dari Partai Demokrat.

Randal Quarles, wakil ketua bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang bertanggung jawab terhadap pengawasan perbankan mengatakan, keseluruhan skema peraturan perbankan sedang dievaluasi kembali. “‘Menyesuaikan persyaratan’ dengan ukuran bank dan ‘mengurangi kompleksitas.’ Sekarang adalah saat yang sangat alamiah dan diharapkan dapat melangkah mundur, menilai,” katanya.

Quarles juga berkomitmen untuk merevisi dua peraturan perbankan yang dinilai memberatkan industri. Pertama, ratio leverage yang membatasi pinjaman bank dalam modal. Ide aturan ini adalah memastikan perbankan memiliki cukup modal untuk melindungi dari kerugian seperti yang terjadi pada 2008.

Kedua, larangan perdagangan yang dikenal dengan Volcker Rule. Perbankan menilai aturan ini sangat membingungkan dan mempersulit perusahaan membantu klien untuk membeli atau menjual sekuritas.

Satu Dekade Selepas Krisis, AS Longgarkan Aturan Perbankan

Selain itu, stress test yang digunakan pemerintah untuk mengukur kemampuan bank untuk menahan guncangan ekonomi juga diturunkan. Salah satunya kelonggaran tentang laporan rencana bisnis yang harusnya diserahkan sekali dalam setahun–dengan maksud untuk memetakan kondisi perbankan–menjadi dua tahun sekali. Hal ini dilakukan karena banyaknya keluhan yang diterima The Fed.

Sektor perbankan merasa gembira dengan banyaknya pelonggaran ini. “Rasanya melegakan,” ungkap Wayne Abernathy, seorang wakil presiden eksekutif untuk American Bankers Association.

Sementara itu, beberapa orang yang ikut merancang aturan pengawasan perbankan pada masa krisis sedikit khawtir dengan pelonggaran tersebut.

Michael Barr, mantan pejabat Departemen Keuangan yang membantu menerbitkan Undang-Undang Dodd-Frank 2010, mengatakan tonggak sepuluh tahun harusnya waktu menjadi waktu untuk merenung tentang memperkuat sistem bukan menjauhkan perbankan dari pengawasan. “Kami menghadapi risiko serius untuk menciptakan kembali kondisi yang menyebabkan krisis keuangan terakhir,” tuturnya.

Bahkan kritikus menilai hal wajar banyak terjadi perubahan dalam aturan pengawasan karena adanya bias. Pasalnya, banyak anggota pengawas yang terlibat atau memiliki hubungan dengan perusahaan atau industri secara langsung.

Steven Mnuchin, Menteri Keuangan sempat bekerja di Goldman Sachs Group Inc. Mnuchin membawa Joseph Otting, mantan kepala eksekutif OneWest, mengepalai Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang, suatu biro independen dari Departemen Keuangan yang mengawasi bank-bank nasional.

“Jika Anda pandai, Anda melakukan hal-hal di bawah radar,” kata William Black, seorang regulator keuangan federal lama yang sekarang adalah seorang profesor ekonomi dan hukum di University of Missouri-Kansas City.

Thomas Hoenig, Wakil Ketua FDIC juga prihatin dengan perkembangannya. Perbankan, menurutnya, semakin diuntungkan dengan revisi aturan sekarang. Ada “kesombongan” bahwa pesta “tidak akan pernah berakhir, Dan selalu begitu,” tuturnya.