Otoritas Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan peringatan terbaru mengenai perdagangan mata uang virtual (cryprocurrency), seperti bitcoin. Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia menegaskan tidak mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan begitu, segala aktivitas transaksi jual-beli dengan bitcoin nantinya akan dilarang.
Bank Indoneia berpendapat, penggunaan mata uang virtual seperti bitcoin berisiko tinggi terhadap tindak pencucian uang dan terorisme.  Selain itu, virtual currency juga dinilai sangat berisiko dan sarat akan spekulasi lantaran tidak ada otoritas yang bertanggung jawab.
“Tidak  terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan,” Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman dalam keterangan resminya, Sabtu (13/1).
Bitcoin
Karenanya, BI memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency.
Tak hanya itu, BI juga bakal melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran dan penyelenggara teknologi finansial (tekfin) di Indonesia untuk memproses transaksi pembayaran dengan alat tukar virtual, dimana hal itu sebelumnya juga telah diatur dalam  PBI 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017​ tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.
Adapun pada bitcoin.co.id, situs  perdagangan uang virtual mencatat, 1 unit bitcoin, saat ini diperdagangkan sebesar Rp 200,1 juta.
Sebelum Indonesia, perdagangan mata uang virtual juga dilarang di sejumlah negara. Pemerintah Korea Selatan bahkan pada minggu lalu menyatakan bakal menyiapkan regulasi atau Rancangan Undang-Undang terkait perdagangan bitcoin di negaranya.
Pernyataan tersebut sempat menjadikan harga bitcoin sempat anjlok hingga 21 %. Namun harga kembali rebound di bursa Bitstamp yang berbasis di Luxamburg  dan bertahan di level US$ 14.116 pada perdagangan terakhir, setelah sempat menyentuh angka US$ 12.800 minggu ini.