Setengah Populasi Indonesia Melek Internet

Penggunaan internet sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari dan terus berkembang pesat. Selain dari jumlah pengguna yang terus bertambah, layanan yang diberikan pun semakin bervariasi dan menggeser teknologi konvensional.

Aplikasi Voice-over Internet Protocol (VoIP), Instant Messaging (IM), Video Call, dan Tele-Conference, adalah contoh nyata penerapan teknologi internet yang perlahan tapi pasti menggusur peran layanan telekomunikasi konvensional seperti voice call dan SMS.

Industri internet berkembang sangat pesat di nusantara. Indonesia merupakan negara yang lebih dari separuh populasinya telah mendapatkan akses internet. Artinya, teknologi ini telah berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2017 mencapai 143 juta jiwa dari total 262 juta penduduk.

Sayangnya, penetrasi internet di nusantara belum merata. APJII mencatat ebih dari separuh atau 58,08 persen pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 berada di Pulau Jawa dan sisanya di luar Jawa.

Setengah Populasi Indonesia Melek Internet

Tedi Supardi Muslih, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII meyakini pertumbuhan pengguna internet ke depannya akan lebih baik karena mega proyek pemerintah Palapa Ring masih digarap.

“Proyek tersebut menjadi harapan APJII agar penetrasi internet semakin merata di seluruh daerah. Hal ini diharapkan bisa memperbesar jenis layanan yang disediakan oleh penyedia jasa internet untuk masyarakat luas,” ungkapnya.

Begitu besarnya peran industri internet, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memproyeksikan pada 2020, nilai ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh mencapai US$ 130 miliar atau sekitar Rp 1.700 triliun.

Baca juga: Implementasi Industri 4.0 Butuh Modal Internet Kencang

Angka ini setara dengan 20 persen dari estimasi total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Untuk itulah APJII berharap bisa berperan dalam kemajuan ekosistem internet untuk membuat industri yang menggunakannya lebih produktif.

Menurut hitungan pemerintah, ekonomi digital di Indonesia berkontribusi sebesar US$ 75 miliar atau Rp 1.000 triliun.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), menjelaskan untuk mencapai proyeksi ekonomi digital ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya sumber daya manusia yang memadai, infrastrukur logistik harus bisa dipenuhi, proteksi konsumen, perpajakan, keamanan, dan infrastruktur pendukung teknologi

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga mengatakan pertumbuhan ekonomi digital ini penting untuk mengembangkan ekonomi inklusif karena pemerintah ingin menempatkan Indonesia sebagai negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Melalui pesatnya pertumbuhan Internet, pemerintah menargetkan dapat menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada 2020 dengan valuasi bisnis US$ 10 miliar.