Tanpa Pusat Data, Amankah Pengguna UC Browser di Indonesia?

Lumrahnya, suatu perusahaan teknologi yang memanfaatkan big data memiliki pusat penyimpanan data atau data center di negara operasional mereka. Tenyata tidak demikian dengan UC Browser, peramban kepunyaan Alibaba Group Holding Limited.

“Kami [UC Browser] tidak memiliki pusat data di Indonesia,” papar Kepala Departemen Bisnis Internasional UC Browser, Shallia Li sesudah peluncuran UC Browser 12.0 pada Kamis (1/2) di The Energy Building, Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan.

Meski demikian, ia meyakinkan data personal pengguna tak akan “berpindah.” Ia juga memastikan informasi pribadi pengguna tak bakal dijual ke perusahaan lain. “Kami sangat serius melindungi data pengguna dan kami mematuhi peraturan negara tempat kami berbisnis.”

Demi mempertahankan keamanan data pengguna, UC Browser juga memberlakukan enkripsi atas teknologi dan, tentunya informasi pribadi pengguna.

Pusat data terdekat UC Browser dari Indonesia berada di Singapura.

Baca juga: Apakah Larangan Iklan Bitcoin Berlaku untuk Facebook Indonesia?

UC Browser merupakan salah satu produk unggulan unit bisnis mobile Alibaba. Data perangkat analisis traffic berbasis web StatCounter yang diterbitkan Mei 2017 menyebutkan UC Browser sebagai salah satu peramban terpopuler di Indonesia.

Sebanyak 1 dari 7 orang Indonesia mengakses UC Browser. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 40 juta pengguna. Sepertiga dari keseluruhan jumlah itu tercatat turut mengakses konten video di platform UC Browser.

Tanpa Pusat Data, Amankah Pengguna UC Browser di Indonesia?

UC Browser 12.0 mendukung protokol QUIC, transportasi baru yang dapat mengurangi periode latensi, lebih baik ketimbang Protokol Kontrol Transmisi atau TCP. Shallia mengungkapkan UC Browser 12.0 memiliki performa yang tetap baik, meski diakses melalui sistem jaringan internet yang tak stabil.

UC Browser versi 12.0 juga menyertakan fitur cuaca dan zodiak. Dengan begitu pengguna, khususnya anak muda, bisa mendekorasi tampilan laman utama browser mereka masing-masing.

Sistem peramban UC Browser kompatibel dengan semua sistem operasi mobile, seperti Android, iOS, Windows Phone, Symbian dan BlackBerry.