Teknologi Keuangan Selamatkan Nyawa di Kenya

Teknologi telah mempermudah penggunanya melakukan transaksi keuangan dalam berbagai segi kehidupan, termasuk kesehatan. Dengan transaksi secara mobile, pengguna memiliki akses cepat ke rekening miliknya yang dapat digunakan untuk membayar perawatan kesehatan.

Selain itu dengan transaksi keuangan secara mobile, pengguna dapat lebih berhemat, mendapatkan pinjaman, membayar asuransi kesehatan dengan harga murah, dan mengirim atau menerima pembayaran segera untuk membayar layanan kesehatan.

Uang mobile telah memungkinkan pengguna di negara-negara Afrika dalam mengurangi risiko kehilangan nyawa seorang pasien, karena mampu memfasilitasi pengiriman dana secara cepat dari teman dan kerabat yang tinggal bermil-mil jauhnya untuk membayar layanan medis darurat.

Sebuah penelitian di Kenya menemukan antara 2008 sampai 2010, pasien dengan kondisi kritis yang keluarganya menggunakan M-PESA yaitu teknologi mobile-money— semacam layanan kartu debit di telepon seluler berbasiskan SMS, memiliki probabilitas untuk selamat 11 persen lebih tinggi dibandingkan pasien yang tidak menggunakannya.

Studi lain yang diterbitkan pada 2011, menganalisis 18.000 transaksi keuangan mingguan dari 92 orang berpenghasilan rendah di Kenya, menemukan bahwa 35 persen tagihan rumah sakit mereka dibayar menggunakan pengiriman uang M-PESA dari keluarga dan teman.

Demikian halnya dengan pembayaran asuransi kesehatan umum. Dana Asuransi Rumah Sakit Nasional (NHIF) sebagai program asuransi pemerintah yang mirip BPJS Kesehatan di Indonesia, mengalami peningkatan pembayaran sebesar 500 persen dari peserta antara 2009 sampai 2017. Lonjakan tersebut ternyata dipicu oleh mulai diterimanya pembayaran premi melalui M-PESA.

Teknologi Keuangan Selamatkan Nyawa di Kenya

NHIF adalah program kesehatan wajib bagi mereka yang bekerja di sektor formal tetapi sukarela untuk mereka yang bekerja di sektor informal. Dengan M-PESA, peserta melakukan pembayaran premi asuransi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman melalui layanan Paybill M-PESA. Pembayaran tersebut juga meringankan pekerjaan staf NHIF, karena tidak lagi disibukkan dengan menerima pembayaran tunai dan dapat fokus pada pemrosesan registrasi peserta baru.

Teknologi ini telah meningkatkan praktik penghematan karena mengurangi biaya transaksi, menyediakan tempat yang aman dan terpercaya untuk menyimpan uang, dan memfasilitasi transfer ke dan dari tabungan lain seperti tabungan bergerak dan rekening kredit, rekening bank, dan kelompok keuangan informal.

Studi juga menemukan bahwa pengguna M-PESA di pedesaan Kenya umumnya memiliki 16 – 22 persen kesempatan untuk menyimpan uang dibandingkan dengan non-pengguna. Sama halnya dengan masyarakat di Burkina Faso, yang pengguna uang selulernya telah memiliki kesadaran untuk menabung guna mengantisipasi keadaan darurat kesehatan.

Baca juga: Aplikasi-Aplikasi Canggih Pengontrol Anggaran Keuangan Era Milenial

Sebuah survei tahun 2015 di Kenya, menemukan bahwa tiga persen dari dana yang disimpan di M-SHWARI (produk pengembangan dari M-PESA berfungsi untuk mengelola tabungan dan kredit) dapat digunakan penggunanya untuk keadaan darurat medis. Namun, 33 persen disimpan untuk meningkatkan jumlah kredit yang bisa mereka dapatkan di masa depan. ‘Masa depan kredit’ ini dapat digunakan untuk apa saja termasuk membayar pengeluaran medis bila diperlukan.

Survei juga menunjukkan bahwa 8 persen dari pengguna M-SHWARI mengambil pinjaman untuk membayar biaya pengobatan. Jumlah rata-rata pinjaman adalah 1.280 shillings Kenya (hampir US$ 13). Produk seperti KCB M-PESA dan M-SHWARI mengumpulkan dan menyalurkan dana pinjaman dari jejaring sosial sehingga masyarakat dapat mengakses kredit lebih cepat tanpa harus bernegosiasi dengan perusahaan asuransi.

Pemerintah di seluruh negara Sub-Sahara Afrika berjuang untuk memastikan orang-orang dapat mengakses perawatan kesehatan yang dibutuhkan tanpa mengalami kesulitan keuangan. Kehadiran uang seluler terbukti mampu membantu pengguna untuk mengatasi masalah kesehatan mereka.