Terbebani Saham Apple, Wall Street Melemah

Setelah sempat mengukir rekor tertinggi, Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan, Senin (29/1) waktu setempat. Indeks Dow Jones dan S&P 500 mengalami penurunan harian terburuknya sepanjang lima bulan karena terseret pelemahan saham Apple Inc.

Saham Apple (AAPL.O) turun 2,1 persen sejalan dengan ramainya pemberitaan mengenai pemangkasan separuh produksi smartphone Intel X999 dolar oleh perusahaan. Apple juga dikabarkan akan melaporkan kinerja laba perusahaan pada Kamis depan.

Sementara itu anjloknya harga saham Apple turut berimbas terhadap kinerja Wall Street, kemarin. Dikutip dari Reuters, indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 177,23 poin atau 0,67 persen menjadi 26.439,48. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 19,34 poin atau 0,67 persen menjadi 2.853,53 dan Nasdaq Composite melemah 39,27 poin atau 0,52 persen menjadi 7.466,51.

Dow Jones dan S&P 500 mengalami penurunan persentase harian terbesar sejak 5 September. Namun S&P 500 masih naik 6,7 persen sejak akhir 2017.

“Pasar merespons pertanyaan mengenai akan seperti apa pendapatan Apple nanti, khususnya panduan apa yang akan mereka lakukan nanti terkait penjualan iPhone X,” kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

Indeks teknologi S&P melemah 0,9 persen dan merupakan hambatan terbesar setelah sebelumnya indeks ini mencapai posisi tertinggi sejak 2016 dalam empat pekan.

Terbebani Saham Apple, Wall Street Melemah

Indeks Volatilitas Cboe .VIX, barometer yang paling banyak diikuti volatilitas jangka pendek yang diharapkan untuk saham AS, ditutup naik 2,76 poin atau hampir 25 persen, pada level 13,84, penutupan tertinggi sejak 18 Agustus. “Kami sudah lama berjalan di pasar saham, dan kami telah melihat beberapa kegelisahan, tapi itu bisa berbalik menjadi beberapa hari baik, “kata Hellwig.

Ini merupakan awal yang berbatu setelah sepekan kemarin ramai diwarnai aksi, setelah pidato resmi pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Selasa lalu.

Sementara pada minggu ini, pasar akan dipengaruhi beberapa hal, seperti rencana pertemuan Federal Reserve, serta laporan kinerja perusahaan di Amerika seperti Amazon.com (AMZN.O), Alphabet (GOOGL.O) dan Facebook (FB.O).

Selain saham Apple, saham telekomunikasi juga tergelincir seiring dengan laporan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk membangun jaringan nirkabel 5G untuk mencegah pengintaian.

Saham AT & T (T.N) turun 1,5 persen, Verizon (VZ.N) tergelincir 1,1 persen dan Sprint (S.N) mundur 1,9 persen.

Namun saham Dr Pepper Snapple Group (DPS.N) justru melompat ke level tertinggi sepanjang masa setelah pembuat K-cup Keurig Green Mountain mengatakan akan membeli perusahaan tersebut dalam sebuah kesepakatan senilai lebih dari US$ 21 miliar. Saham tersebut berakhir naik 22,4 persen menjadi US$ 117,07.

Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan rata-rata harian 6,9 miliar per hari dalam 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.