Acara kebudayaan The Saudi House yang diadakan oleh Komite Olimpiade Arab Saudi bekerja dan Otoritas Budaya Umum Saudi (GCA) ditutup dengan meriah.

Acara yang berlangsung selama satu minggu dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan seru. Dimulai sejak tanggal 19 Agustus 2018 di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, bertujuan untuk merayakan dan memperkenalkan keragaman budaya Arab Saudi kepada masyarakat Indonesia.

Acara yang tidak dipungut biaya ini turut memeriahkan perhelatan Asian Games ke – 18 dan  yang datang lebih dari 25.000 pengunjung. Antusiasme mereka untuk memahami lebih banyak mengenai budaya Arab Saudi dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang setiap harinya.

Pada acara tersebut, beberapa pavilion menampilkan Kaligrafi Arab, Seni Visual Arab Saudi, Kurma, Air Zamzam, Lukisan, Henna, Dua Masjid Suci, dan Masakan tradisional Arab Saudi. Semua paviliun ramai dipenuhi oleh para pengunjung.

Paviliun yang paling diminati oleh pengunjung adalah Paviliun kurma.  Di pavilion tersebut dipersembahkan sepuluh jenis kurma dari wilayah Al Qassim di Arab Saudi.

Pengunjung terlihat begitu antusias bertanya mengenai fakta, varian, dan manfaat kesehatan buah kurma kepada para ahli dari Universitas Al-Qassim. Kali ini, Saudi House menerbangkan enam ton buah kurma langsung dari Arab Saudi untuk dibagikan kepada para pengunjung. Termasuk buah kurma favorit yaitu Kurma Sukkari.

Paviliun terpopuler kedua di acara ini adalah Paviliun Henna. Saudi House menghadirkan ahli pelukis henna langsung dari Arab Saudi untuk melukis henna di tangan para pengunjung.

Hal ini tentu saja menarik antrian panjang, rasa penasaran dan kagum terhadap keterampilan seniman henna. Sorotan lain dari acara ini adalah pertunjukan harian musik dan tarian rakyat Arab Saudi yang menunjukan semangat Arab Saudi untuk memeriahkan acara Saudi House.

“Saudi House adalah acara yang sangat menginspirasi dan membuka cakrawala pengetahuan masyarakat Indonesia tentang budaya Arab Saudi. Kami menggali ilmu langsung dari para ahli di setiap paviliun Arab Saudi, dan saya yakin bahwa semua pengunjung terutama yang Muslim akan sangat terinspirasi oleh acara ini. Saya sangat suka cara mereka mengatur lokasi, dan membuat kami berasa seperti berada di dalam Kerajaan Arab Saudi ,” kata Maria, salah satu pengunjung di The Saudi House.  CTAforum wormtraders

Tenda Tradisional Arab

Saudi House juga mendirikan Tenda Tradisional Arab di pusat tempat acara. Tenda hijau dengan lampu – lampu yang indah ini dibawa langsung dari Kerajaan Arab Saudi. Tidak heran jika tenda ini menarik banyak perhatian pengunjung.

Tenda ini selalu penuh dengan pengunjung yang menonton tarian tradisional dan pertunjukan music sambil menikmati secangkir kopi Arab, ataupun sekedar berfoto bersama teman dan keluarga.

Di Paviliun Mode, pengunjung dapat bertemu dengan Susan Baaghil, seorang fotografer professional, pemenang penghargaan dari Arab Saudi. Susan – sudah memamerkan karyanya diseluruh dunia.

Di pavilion ini, pengunjung bisa berfoto dan berpose sambil mengenakan berbagai pakaian etnis dari Arab Saudi. Paviliun ini mempersembahkan warisan kaya dari Kerajaan Arab Saudi dalam pakaian tradisional dengan berbagai jenis kain, sulaman, pola, dan desainnya etnis.

Berkaca pada penutupan acara yang meriah ini, antusiasme warga Jakarta yang menghadiri acara ini mencerminkan hubungan yang baik antara masyarakat Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.