Tiga Saham Terbesar Wall Street Diperdagangkan Turun

Investor mulai meninggalkan pasar saham karena kekhawatiran terhadap prospek inflasi dan peningkatan imbal hasil obligasi. Tiga indeks terbesar Wall Street, yaitu S&P 500, Dow Jones Industrial Average serta Nasdaq mencatat rekor kerugian terbesar dalam dua tahun setelah mendapat rekor tertinggi minggu lalu.

Bagi S&P 500 dan Dow Jones, pekan ini merupakan awal terburuk sejak awal Januari 2016. Sementara Nasdaq mengalami minggu terburuk sejak awal Februari 2016.

Indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 665,75 poin atau 2,54 persen menjadi 25.520,96. Indeks S&P 500 kehilangan 59,85 poin atau 2,12 persen menjadi 2.762,13. Nasdaq Composite turun 144,92 poin atau 1,96 persen menjadi 7.240,95.

Saham kontrak berjangka (futures) S&P 500  memperpanjang kerugian pada penutupan perdagangan Jumat. Futures S&P 500 ditutup turun 2,3 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak September 2016.

Chuck Carlson, Chief Executive Officer Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, mengatakan investor mulai semakin tidak nyaman dengan kenaikan suku bunga acuan yang cepat. Kondisi ini kemudian membuat ketidakpastian dan juga  membuat banyaknya perkiraan apa yang akan terjadi di pasar saham.

Namun dia juga  melihat yang terjadi saat ini bukan karena investor mulai meninggalkan pasar saham, namun lebih ke aksi ambil untung.

“Anda memiliki laporan pekerjaan hari ini yang cukup kuat yang menyebabkan tingkat bunga yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih besar.  Dan saya pikir pasar mencoba ‘bergulat’ dengan hal itu sekarang ini,” kata Carlson.

Tiga Saham Terbesar Wall Street Diperdagangkan Turun

Pada perdagangan Jumat, 11 sektor utama ditutup menurun. Saham teknologi S&P 500 turun terbesar, terutama dari Microsoft Inc. yang turun 3,0 persen.

Saham Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp masing-masing turun 5,1 persen dan 5,6 persen, setelah perusahaan minyak tersebut membukukan laba kuartal keempat di bawah perkiraan.

Saham Apple turun sebesar 4,3 persen karena investor khawatir tentang prospek lemah pembuat iPhone di tengah laporan produksi iPhone X skala kecil.

Amazon.com adalah titik terang. Saham Amazon diperdagangkan naik 2,9 persen. Hal ini  karena analis Wall Street dengan cepat menaikkan target harga mereka,  menyusul laporan pendapatan mengesankan pengecer berbasis daring tersebut.

Sementara itu, S & P 500 membukukan 18 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 18 posisi terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 48 level tertinggi baru dan 103 posisi terendah baru.

Volume pada bursa di AS sebesar 5,39 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,33 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.