Tingkat Tabungan AS Terendah dalam 10 Tahun

Belanja konsumen Amerika Serikat (AS) meningkat tajam pada Desember seiring peningkatan permintaan barang dan jasa. Namun peningkatan ini menggerus tingkat tabungan masyarakat yang berada pada level terendah sepanjang 10 tahun terakhir. Hal ini memberi sinyal negatif bahwa konsumsi akan terganggu ke depannya.

Berdasarkan laporan Departemen Perdagangan pada Senin, belanja konsumen meningkat 0,4% dari bulan sebesar 0,8% dari bulan November. Belanja konsumen menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi di AS.

Tingkat tabungan Desember turun menjadi US$ 351,6 miliar dari bulan sebelumnya  US$ 365,1 miliar. Dan sepanjang 2017, tingkat tabungan turun menjadi US$ 485,8 miliar dari tahun 2016 sebesar US$ 680,6 miliar, terendah sejak 2007.

Tingkat tabungan turun menjadi 2,4 persen dari 2,5% dari bulan November, terendah sejak September 2005, dari 2,5 persen di bulan November. Sepanjang tahun 2017 tingkat tabungan berada di level 3,4 persen turun dari rahun sebelumnya 4,9% dan ini level terendah sejak 10 tahun.

Eugenio Aleman, ekonom senior Wells Fargo Securities di Charlotte, North Carolina menjelaskan kenaikan kekayaan rumah tangga didorong oleh kenaikan rekor di pasar saham dan meningkatnya harga rumah membuat masyarakat lebih percaya mengalihkan dana tabungan untuk belanja. Saat ini posisi tabungan berada terendah seperti saat resesi Desember 2007 lalu.

“Konsumen perlu melihat pertumbuhan pendapatan yang terus menerus sepanjang tahun agar dapat terus mengikuti laju konsumsi saat ini,”terangnya.

Michael Gapen, kepala ekonom Barclays di New York, menjelaskan penarikan terus menerus pada tingkat tabungan kemungkinan akan membatasi konsumsi ke depannya. Namun dampak tabungan yang rendah pada belanja konsumen dapat diimbangi denga pemotongan pajak yang mulai berlaku Januari ini.

Tingkat Tabungan AS Terendah dalam 10 Tahun

Pertumbuhan Pendapatan Moderat

Sementara itu, dalam laporan Produk Domestik Bruto (PDB), pendapatan bulan Desember naik 0,4 persen dari bulan sebelumnya naik 0,3 persen. Pendapatan tumbuh 3,1 persen pada 2017 dibandingkan tahun sebelumnya 2,4 persen. Secara tahunan (year on year), belanja konsumen kuartal keempat berada pada 3,8 persen naik dari kuartal ketiga sebesar 2,2%. Dan ini kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir.

Belanja konsumen yang kuat membantu mengimbagi hambatan dari perdagangan dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2,6 persen pada kuartal keempat. Dengan laporan PDB yang dianggap kuat pada kuartal keempat, beberapa ekonom memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan penilaian ekonominya saat mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu. Data ini membuat probalitas di pasar  bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga empat kali pada tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan The Fed yang sebanyak tiga kali.

Pasca laporan PDB keluar, harga obligasi AS (treasury bond) turun dan imbal hasil untuk tenor 10 tahun naik kelevel tertinggi sejak April 2014. Kondisi ini baik untuk membuat dolar menguat.

Sementara itu, saham di Wall Street mereda dari tingkat rekor pekan lalu, terbebani oleh penurunan saham Apple (AAPL.O) setelah suatu laporan mengatakan perusahaan tersebut akan mengurangi separuh target produksi iPhone X untuk kuartal pertama menjadi sekitar 20 juta unit.

Bulan lalu, pengeluaran untuk barang tahan lama, seperti kendaraan bermotor, meningkat 0,7 persen. Inflasi bulanan meningkat pada bulan Desember menjadi 0,2% dari bulan sebelumnya 0,1. “Kami percaya inflasi akan menguat pada 2018, didukung oleh selisih output positif, kenaikan harga energi dan dolar AS yang lebih lemah,” kata Gregory Daco, kepala ekonom Oxford Economics di New York.