Konon, usia 40 tahun adalah usia kematangan. Namun, ini tidak menjadi tolak ukur. Terutama masalah pengaturan keuangan. Tidak sedikit mereka yang berusia tersebut masih morat-marit urus pengeluaran keuangan.

Gaya hidup di usia 40 tidak lagi seperti anak muda pada umumnya. Mereka harus fokus untuk masa depan. Namun gaya hidup di usia 40 menjadi sedikit sulit dan membutuhkan banyak biaya. Bagaimana tidak, hampir semua penyakit bermunculan di usia 40. Oleh sebab itu, seseorang membutuhkan biaya yang lebih besar untuk bisa bertahan hidup.

Ada beberapa kesalahan mengelola uang yang terjadi di usia 40. Mulai dari gaya hidup yang boros, menjadi kebiasaan hidup boros saat usia muda yang identik dengan konsumtif. Jelang usia 40 harus meminimalkan tingkat konsumerisme dan mulailah berfikir masa depan.

Kurang menjaga kesehatan inilah yang sering terjadi pada mereka yang menjelang atau sudah masuk usia 40 tahun. Padahal, kekebalan tubuh akan menurun drastis di usia 40. Imun tubuh menyebabkan mudahnya tubuh digerogoti oleh virus yang akan mendatangkan penyakit.

Sebelum sakit, pikirkanlah berapa dana yang akan dibutuhkan untuk berobat. Pikirkan juga tingkat produktivitas yang akan memengaruhi penghasilan per bulan.

Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan terutama pada masalah kesehatan adalah memiliki asuransi. Asuransi itu sendiri berguna untuk meng-cover biaya perawatan apabila nasabahnya sakit. Mengingat rentannya usia 40 terkena penyakit, sebaiknya mulailah melirik asuransi kesehatan. Sehingga biaya yang ditanggung juga akan berkurang.

Tidak kalah penting dari kesehatan adalah mempersiapkan dana darurat. Sayangnya, meski penting namun dana darurat ini sering diabaikan. Sisihkan penghasilan setiap bulan untuk ditabung ke dana darurat. Kalau perlu, tetapkan persentase dana darurat setiap bulannya. Tabungan dana darurat yang baik biasanya 10 – 15 persen dari total penghasilan setiap bulan.

CTAforum wormtraders

Tips Atur Keuangan di Usia 40 Tahun

Jadilah orang yang bijak di usia 40. Hindari kesalahan mengelola keuangan agar hidup lebih baik di masa tua nanti. Tanamkan dalam diri bahwa tidak akan lagi menghabiskan uang untuk hal-hal yang sia-sia.

Aman secara finansial adalah indikator kesuksesan. Ada yang bercita-cita ingin pensiun di usia muda dan terbebas dari masalah finansial. Namun, kebanyakan harapan itu sulit dicapai. Di usia 40 tahunan, masih banyak yang merasa jauh dari kata “aman” secara finansial. Tips yang bisa ikuti untuk mencegah hal itu.

  1. Usia sudah kepala empat, artinya tidak hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri tapi prioritas adalah keluarga, termasuk pendidikan anak, investasi, dan beberapa cicilan seperti rumah dan kendaraan. Menurut Luke Laretive, penasihat kekayaan pribadi senior, sejak muda seharusnya sudah membuat perencanaan finansial. “Tips manajemen keuangan penting untuk kelompok usia ini, termasuk menyimpan dana darurat, menambah dana asuransi, mengontrol keuangan dan melunasi cicilan,” paparnya.

2. Jangan pernah merencanakan pensiun sebagai rencana utama apalagi dengan alasan uang pesangon yang besar dan dapat menunjang kehidupan selanjutnya. Dana pensiun berapa pun nilainya jika tidak memiliki usaha lain, hanya cukup untuk sesaat saja. Dana pensiun ini tidak bisa dijadikan sandaran untuk membiayai kehidupan sehari-hari dalam waktu panjang.

3. Memasuki usia matang ini sebaiknya harus memikirkan untuk berinvestasi, tapi harus minimalisir risiko mempertimbangkan risikonya. Logikanya, ketika waktu pensiun tiba, tingkat risiko juga harus turun.

“Ini akan membatasi kemungkinan krisis finansial yang menguras tabungan pensiun sebelum waktunya tiba. Jika kita saat ini berusia 40 tahun, kita masih memiliki setidaknya 15-20 tahun hingga usia pensiun untuk bisa mengambil risiko investasi dalam jumlah sedang,” ,” papar Laretive.

4. Utamakan kesehatan daripada kekayaan. Kesehatan adalah faktor penting, terutama bagi pria dengan usia yang tak lagi muda. Seiring bertambahnya usia, pengobatan medis bisa menjadi pengeluaran terbesar. Tidak ada cara mudah untuk mengatasi hal ini selain melakukan pencegahan. Jadi, usahakan tubuh tetap bugar dan sehat demi kualitas masa depan yang lebih baik.