Dua indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberi pernyataan mengenai penguatan dolar AS. Dow Jones Industrial Average dan S & P 500 ditutup pada level tertinggi pada perdagangan Kamis, (25/1) waktu setempat.

Melansir laman Reuters, indeks saham Dow Jones Industrial Average naik 0,54 persen menjadi 26.392,79, menandai penutupan tertinggi yang pernah ada. Sementara indeks S & P diperdagangkan tutup sebesar 0,06 persen lebih tinggi ke 2.839,25. Namun Nasdaq turun 0,05 persen menjadi 7.411,16.

Kepada CNBC di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menyatakan keinginannya melihat penguatan dolar AS..

Pernyataan tersebut setidaknya mampu memberi sedikit angin segar, setelah sebelumnya dolar mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tujuh bulan pada Rabu (24/1) lalu. Pelemahan dolar AS juga dipicu pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin yang mengatakan bahwa dia menyambut baik pelemahan mata uang. Pelemahan nilai tukar dolar AS cenderung menguntungkan perusahaan multinasional AS.

Saham perusahaan yang naik di bursa Wall Street pada perdagangan kemarin antara lain adalah Biogen Inc (BIIB.O) yang melonjak 2,09 persen setelah produsen obat tersebut melaporkan pendapatan kuartal keempat yang mengalahkan perkiraan. Kenaikan ini mengangkat sektor kesehatan pada indeks S & P sebesar 0,89 persen.

Saham milik Caterpillar Inc (CAT.N) yang sempat turun sebesar 3,5 persen, akhirnya kembali naik 2,8 persen usai muncul pendapatan kuartalannya. Saham tersebut diperdagangkan tutup 0,61 persen lebih tinggi.

“Jika pertumbuhan berlanjut seperti yang kita harapkan, kita harus melihat rotasi dari perusahaan teknologi mega-ini dan masuk ke perusahaan dengan nilai leverage lebih tinggi,” kata Jack Ablin, kepala investasi BMO Private Bank di Chicago.

Kuatnya pendapatan kuartalan serta data ekonomi telah memberi Wall Street penguatan pada awal 2018, dengan tiga indeks utama yang meningkat lebih dari 6 persen tahun ini. Namun kenaikan pasar tanpa henti selama setahun terakhir ini membuat beberapa investor khawatir akan adanya koreksi.

“Ini adalah pasar yang mengabaikan semua kabar buruk dan tumbuh subur dalam kabar baik. Menakutkan. Koreksi akan menjadi kejam, dingin dan brutal saat itu terjadi, “kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa.

Perusahaan dalam S&P 500 rata-rata diperkirakan akan mengalami peningkatan pendapatan kuartal keempat sebesar 12,7 persen, menurut Thomson Reuters.

Sebanyak 78,8 persen perusahaan yang terdaftar dalam dalam S&P 500 dan telah membukukan hasil telah melampaui ekspektasi, versus rata-rata 72 persen selama empat kuartal sebelumnya.

“Ini adalah penguatan positif tanpa henti yang terus mendorong pasar naik,” kata Frank Davis, direktur penjualan dan perdagangan di LEK Securities di New York.

Saham perusahaan yang melemah pada perdagangan kemarin yakni milik Ford Motor Co (FN) yang merosot 3,98 persen setelah produsen mobil tersebut membukukan laba bersih kuartalan lebih rendah dari perkiraan. Hal itu disebabkan kenaikan harga komoditas dan nilai tukar mata uang yang tak menguntungkan. Majamen Ford bahkan menyatakan pihaknya memperkirakan tahun ini akan lebih banyak tekanan seiring dengan kenaikan bahan baku.

Dalam perdagangan yang diperpanjang, Intel (INTC.O) melonjak 2,45 persen setelah pembuat chip tersebut melaporkan hasil kuartalannya. Starbucks (SBUX.O) turun 3,6 persen dalam perdagangan diperpanjang menyusul laporannya.

Hingga Kamis (25/1) volume perdagangan bursa AS tercatat mencapai 7,2 miliar saham, meningkat dibandingkan dengan rata-rata 6,7 ​​miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.