Volume dan harga menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam analisis pasar, seperti halnya wormtraders dan kamu, sebab wormtraders akan selalu menemanimu, memberi informasi, berbagi ilmu yang kamu butuhkan saat trading binary options, makanya pantengin terus yaa….

Sebagai trader pemula kita biasanya melakukan trading binary options menggunakan indikator-indikator yang tersedia di platform, seperti simple moving everages, bolinger band, Fibonacci, dan teman-temannya. Semua sebaiknya kamu pelajari agar mendapat formula yang tepat dalam melakukan trading sebab tidak akan sama pada setiap trader tergantung kecocokannya.

Volume dan Harga bagai Romeo dan Juliet dalam Analisis Pasar

Begitu pun pada kondisi pasar misalnya pada kondisi pasar trend strategi moving average crossover dapat digunakan, namun belum tentu dengan kondisi yang lainnya. Trader harus jeli memilih metode dan indikator untuk antisipasi perubahan-perubahan pada momen yang bervariasi bahkan kadang di luar prediksi. Yang pasti tidak ada kata menyerah bagi seorang trader untuk terus mencoba, bangkit menemukan strategi agar dapat menaklukan pasar, seperti halnya Super Hero di film-film terus berjuang untuk menang.

“Volume dan harga bisa dijadikan andalan dalam melakukan analisis pasar dan merupakan idikator utama saat trading binary options,”  ujar Wahyu U.K. Notodiputro yang akrab dengan panggilan U.K. (baca: Yuuke).

Mengapa Volume?

Volume di sini sama dengan aktivitas. Aktivitas menunjukan volume dan sebaliknya volume berdasarkan aktivitas. Contoh kongkrit, saat menjelang peak season seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, toko-toko banyak diserbu pembeli, tentu saja mereka akan lebih sibuk pada hari itu dibanding hari-hari biasanya. Volume memberi tolak ukur pada aktivitas sebuah toko. Volume ini yaitu jumlah transaksi yang bisa kita bandingkan satu hari dengan hari lainnya.

Volume aktivitas akan tercermin dalam angka penjualan untuk masing-masing hari tersebut. Tentu saja jika volume penjualan diatas rata-rata maka begitupun pada angkanya. Volume merupakan alat komparatif yang sangat sederhana, menjadi tolak ukur paling dasar yang digunakan di sektor penjualan. Volume menunjukan jumlah unit yang tejual, aktivitas di toko, dan jumlah transaksi. Tapi volume hanya bisa bermakna bila dikaitkan dengan harga, perubahan harga baik yang lebih tinggi maupun lebih rendah memiliki dampak besar pada volume.

“Kita bisa membandingkan hari ini dengan kemarin apakah volumenya lebih tinggi atau lebih rendah, namun untuk apa jika tidak berpengaruh pada penghasilan untung rugi. Lain hal jika kita libatkan harga disini maka kekuatannya nyata,”  jelas U.K. panjang lebar pada sebuah diskusi forum.

Volume dan Harga bagai Romeo dan Juliet dalam Analisis Pasar

Seluk Beluk Harga Perdagangan 

Sekarang kita lihat, mengapa harga menjadi pasangan volume? Coba perhatikan, harga selalu ada pada setiap pembelian dan penjualan, berita ekonomi, laporan rugi laba, dan analisis keseimbangan pasar. Ini menjadi fakta bahwa harga merupakan prinsif dasar dalam perdagangan.

Begitu pun jika ada pergerakan yang kuat pada perdagangan merupakan aksi harga, semua grafik menampilkan harga.

Nah, muncul pertanyaan, mengapa kita tidak menggunakan harga saja sebagai indikator utama? “Naik turunnya harga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, jadi harga tanpa volume itu lemah, harga memvalidasi volume dan sebaliknya volume memvalidasi harga, jika hanya menggunakan harga saja maka ini baru setengah jalan sebab keduanya saling menguatkan dalam perdagangan.” Lanjut U.K.

Itulah mengapa indikator volume harga tidak dapat dipisahkan sebab pergerakan harga yang dikonfirmasi dengan volume yang kuat dapat merubah trend yang ada. Tapi jika hanya harga tidak akan bisa demikian. Seperti halnya pasangan Romeo dan Juliet, begitu pun harga dan volume.

Dengan menggunakan indikator ini maka trader akan lebih percaya diri dalam melakukan trading. Kamu sudah tidak sabar untuk trading? Sama, rasanya ingin segera trading nih… yuu klik salah satu banner binary pada landing page, ikuti prosedur sign up forum hingga tuntas. Bagi pemula bisa menggunakan akun virtual terlebih dulu. Happy trading…!