Wall Street Kembali Menguat Pasca Kesepakatan Senat AS

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Senin (22/1) waktu setempat. Penguatan menyusul kesepakatan Senat AS guna mengakhiri pengentian operasional sementara atau shutdown pemerintah AS.

Mengutip data Reuters, indeks saham Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 142,88 poin atau 0,55 persen menjadi 26.214,6. Sementara indeks saham S&P 500 naik sebesar 22,67 poin atau 0,81 persen menjadi 2.832,97. Indeks saham Nasdaq Composite bertambah 71,65 poin atau 0,98 persen menjadi 7.408,03.

Wall Street menguat pasca penerbitan rancangan undang-undang dana federal yang mampu mengatasi masalah prosedural Senat dan, nantinya, diharapkan dapat memperoleh suara dari Dewan Perwakilan Rakyat.

Perkembangan diprediksi akan kembali membuka kantor layanan publik AS pada 8 Februari.

“Anda akan berpikir sesuatu seperti ancaman pemadaman pemerintah atau penghentian sementara pemerintah akan menjadi katalisator untuk mengeluarkan beberapa pemegang saham yang lemah dari pasar,” kata Eric Marshall, Manajer Portofolio dan Direktur Penelitian di Hodges Capital Management di Dallas, Texas seperti dikutip dari Reuters.

“Namun hal itu belum terjadi, sebab ada kekuatan mendasar dari apa yang kita lihat saat ini di pasar ekuitas,” lanjutnya.
Menurutnya, pasar masih menguat karena pencapaian kinerja pendapatan perusahaan yang diprediksi tumbuh 12,4 persen pada kuartal ini,menurut data Thomson Reuters.

Dari 55 perusahaan pada indeks S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan hingga Senin pagi waktu setempat, sebanyak 80 persen telah melampaui ekspektasi. Pendapatan ini jauh di atas tingkat kenaikan 72 persen selama empat kuartal terakhir.

Saham Halliburton Co (HAL.N) naik 6,40 persen, setelah membukukan laba kuartalan yang jauh lebih besar dari perkiraan pada kuartal keempat. Saham perusahaan mendapat keuntungan dari lonjakan produksi minyak AS.

Wall Street Kembali Menguat Pasca Kesepakatan Senat AS

Sementara indeks biotek Nasdaq naik 3,15 persen untuk mencatat hari terbaiknya sejak 21 Juni setelah kesibukan aktivitas merger di sektor ini, yang dilakukan produsen obat Prancis Sanofi (SASY.PA) dan Celergene (CELG.O) yang berbasis di AS yang berhasil mencapai nilai total lebih dari US$ 20 miliar.

Saham Bioverativ (BIVV.O) melonjak hingga 61,89 persen setelah Sanofi setuju untuk membeli perusahaan tersebut seharga US$ 11,6 miliar.

Juno Therapeutics (JUNO.O) mencatat peningkatan 26,83 persen setelah Celgene setuju untuk mengakuisisi biotek seharga sekitar $ 9 miliar secara tunai.

AIG (AIG.N) dikatakan akan membeli reasuransi Validus Holdings (VR.N) sebesar $ 5,56 miliar, sehingga target sahamnya naik 44,03 persen.

Saham Netflix Inc. (NFLX.O), turut menjadi penyumbang utama laju saham baru-baru ini, ditutup naik 3,23 persen menjelang hasil kuartalan dan menambah kenaikan dalam perdagangan diperpanjang setelah angka kuartalan dirilis.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, volume mencapai 6,56 miliar saham, di atas rata-rata 6,34 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.