Wall Street Menguat, Investor Tetap Berhati-hati

Pergerakan indeks saham Wall Street kembali menguat pada perdagangan Rabu (7/2) setelah sempat terguncang dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu pelemahan menjadi pukulan bagi investor yang mulai meresahkan perekonomian global.

Setelah mencatat kenaikan 1,7 persen pada hari Selasa (6/2) lalu, indeks saham S&P 500 kembali menanjak, terdorong penguatan perusahaan industri besar yang tengah memanfaatkan pertumbuhan global. Investor pun memburu penawaran potensial penjualan dalam beberapa waktu belakangan.

Ball Corp., produsen pembuat kaleng logam yang berbasis di Colorado, termasuk yang mencatatkan saham dengan performa terbaik dalam indeks S& P. Saham Ball Corp. meningkat tajam setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil pendapatan, yang diperkuat pasokan logam kedirgantaraan.

“Bagi investor, ada dua jalur menghadapi kondisi ini–entah pergi dengan panik atau bertahan dengan fundamental,” kata Carsten Brzeski, ekonom ING Bank di Frankfurt. “Selama 10 tahun terakhir, kami telah belajar untuk mengharapkan hal yang tak terduga.”

Baca juga: Aksi Jual Berlarut-larut di Wall Street

Fokus baru pada kesehatan ekonomi global menggarisbawahi sentimen yang cepat menular antarinvestor. Beberapa hari yang lalu, laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS), menunjukkan negara tersebut akan menambah 200.000 lapangan pekerjaan padat karya pada Januari, yang justru mendorong penurunan tajam saham. Laporan tersebut juga menunjukkan pertumbuhan upah meningkat pada laju tercepat dalam beberapa tahun.

Perkembangan tersebut seharusnya tidak menjadi pertanda buruk bagi perekonomian, yang sekitar 70 persennya ditopang belanja konsumen. Tetapi beberapa ekonom menganggap pertumbuhan upah sebagai indikasi adanya peningkatan inflasi. Sementara itu, investor menganggap data upah sebagai alasan untuk mengkhawatirkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari yang disarankan para pembuat kebijakan sebelumnya. Suku bunga rendah yang telah menguat sejak krisis keuangan telah menjadi tonggak bullish pasar saham.

Wall Street Menguat, Investor Tetap Berhati-hati

Wall Street yang turun tajam mulai Jumat pekan lalu ditandai penurunan indeks S& P yang turun lebih dari 7,5 persen dari puncaknya pada akhir Januari. Pelemahan turut didorong laporan baru ketenagakerjaan. Aksi jual pun merebak di pasar global.

Di tengah-tengah aksi rally pada Rabu, Presiden AS Donald Trump memecah kebisuan volatilitas pasar saham, Mencuit lewat media sosial Twitter, Trump mempromosikan kesehatan ekonomi Amerika dan menyebut aksi jual baru-baru ini sebagai “kesalahan besar.”

“Kami memiliki berita bagus tentang ekonomi!” tulis Trump lewat akun Twitter-nya.

Pasar saham di Asia dan Eropa menunjukkan hasil yang beragam pada hari Rabu, dengan beberapa kenaikan, beberapa penurunan dan beberapa flat secara efektif. Saham Asia mulai menguat, namun investor tumbuh lebih berhati-hati saat hari perdagangan berlangsung. Saham di Tokyo berakhir seperti posisi pada pembukaan perdagangan, sementara saham-saham di Hong Kong berakhir turun lebih rendah. Indeks saham perusahaan Cina yang diperdagangkan di Hong Kong turun 2 persen.

Indeks benchmark di London, Paris dan Frankfurt naik setelah dimulainya perdagangan di New York dan membukukan kenaikan yang solid.