Saham Asia melambat pada perdagangan Rabu (31/1). Perlambatan turut disebabkan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi global yang meningkat, sehingga menambah beban ekuitas.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik kecuali Jepang (MIAPJ0000PUS) turun 0,1% sesudah mencapai rekor tinggi pada Senin. Saham Australia, turun 0,4 persen. Saham Nikkei Jepang (N225) turun 0,3 persen.

Wall Street juga terkena imbas kenaikan imbal hasil obligasi. Saham Wall Street menurun dua hari berturut-turut pada pekan ini. Imbal hasil obligasi Amerika Serikat berada pada level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Junichi Ishikawa, ahli strategi FX senior IG Securities di Tokyo, mengatakan kenaikan imbal hasil sebenarnya membantu sektor keuangan. Namun, kenaikan yang sangat cepat pada saat ini memicu kekhawatiran terhadap biaya pinjaman perusahan.

Intinya adalah kecepatan kenaikan yield terbaru yang sangat cepat. Sampai saat ini kenaikan yield membantu sektor keuangan. Namun laju kenaikannya sekarang terlalu cepat dan menimbulkan kekhawatiran tentang biaya pinjaman perusahaan.

Penurunan Saham Kesehatan Melemahkan Wall Street

Kenaikan imbal hasil memengaruhi ekuitas perusahaan karena meningkatkan biaya pinjaman perusahaan dan mengurangi risk appetite mereka. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil akan memberikan alternatif bagi investor untuk mengalokasikan sebagian uang dari ekuitas ke obligasi.

Kenaikan imbal hasil obligasi menyusul permulaan pertemuan dua hari The Fed pada Selasa (waktu AS). Pertemuan diprediksi bakal mengisyaratkan prospek kenaikan ekonomi dan tingkat suku bunga bank sentral. Selain itu, pasar kini juga menanti pernyataan resmi Presiden AS Donald Trump pada Rabu waktu setempat.

Dolar sendiri gagal mengambil keuntungan dari imbal hasil yangmeningkat karena risk-averse mood disukai rekan-rekannya seperti yen. Dolar sedikit berubah pada 108,810 yen, setelah naik setinggi 109,205 pada hari sebelumnya.

Euro bertahan di $ 1,2408 EUR = setelah menguat 0,15 persen semalam.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama, DXY berada pada level 89.153, setelah merangkak demi meninggalkan level terendah dalam tiga tahun di 88.438 pada Jumat silam.